Laporan Perjalanan Pendidikan dan Latihan Akhir Basecamp Alam Bade

Catatan perjalanan oleh Reva Amelia Nurrohmah
Catatan Perjalanan Penuh Tantangan dan Makna Lokasi: Basecamp Alam Bade, Dagangan Waktu Pelaksanaan: 4–7 Juli 2025

Hari Pertama: Awal yang Dingin dan Misterius Jumat, 4 Juli 2025 Perjalanan dimulai pagi hari dengan penuh semangat. Setelah upacara pembukaan, kami langsung menuju lokasi camping. Suasana masih santai, tapi ada sesuatu yang membuat bulu kuduk merinding - kamar mandi di sana terasa sangat angker! Kami mendirikan tenda di bawah pohon besar yang konon dihuni makhluk tak kasat mata. Beberapa teman mengaku melihat penampakan, tapi anehnya aku sama sekali tidak merasakan kehadirannya. Kondisi tubuhku sudah drop sejak awal, tapi tekadku untuk mengikuti semua kegiatan tak tergoyahkan. Pada pagi hari di keesokannya, aku menggigil kedinginan karena salah memilih posisi tidur di bagian bivak yang terkena angin malam. Senior memberiku obat dan memintaku beristirahat, tapi aku bersikeras ingin tetap ikut penjelajahan. "Sakit boleh, tapi menyerah? Tidak!"

Hari Kedua: Kreativitas di Tengah Keterbatasan Sabtu, 5 Juli 2025 Hari ini kami berpindah ke lokasi camping di tengah hutan. Ada situasi unik: tiga dari kami perempuan sedang datang bulan, termasuk aku. Aturannya, kami tidak boleh ikut susur sungai. Alih- alih berdiam diri, kami justru mendapat tugas khusus: mengumpulkan kayu bakar . Di sinilah ide gila muncul! Aku menyulap tongkat dan tali menjadi tandu portable untuk mengangkut kayu bakar . Ternyata inovasi sederhana ini sangat membantu dan mendapat pujian dari para senior . Pelajaran hari ini: keterbatasan bukan halangan untuk berkontribusi!

Hari Ketiga: Ujian Nyali dan Kekompakan Minggu, 6 Juli 2025 Hari paling menantang! Kami dalam kelompok berisi 11 orang untuk menjelajahi hutan lebih dalam. Tujuannya jelas: menguatkan ikatan kekeluargaan. Medannya benar-benar menguji nyali - lereng curam, jalur licin, dan teknik vertical rescue yang memacu adrenalin. Meski masih merasakan efek sakit, semangatku terus menyala melihat kebersamaan teman-teman. Malam penutupan diisi dengan sesi berbagi cerita yang menghangatkan hati di tengah dinginnya malam hutan.

Hari Terakhir: Haru dan Kenangan yang Melekat Minggu, 7 Juli 2025 Pagi itu, upacara penutupan berlangsung penuh emosi. Tak merasa air mata mengalir saat menyadari petualangan indah ini akan berakhir . Setelah makan siang bersama, kami kembali ke kampus dengan membawa segudang kenangan. kegiatan terakhir adalah membersihkan peralatan. Setiap debu yang terhapus seolah mengingatkan pada setiap momen berharga yang kami alami bersama.

Refleksi Akhir: Lebih dari Sekadar Perjalanan Ini bukan sekadar kegiatan outdoor biasa. Setiap tantangan fisik ternyata menyimpan pelajaran hidup yang mendalam. Kami belajar tentang: - Arti sebenarnya dari kerja tim - Kekuatan tekad yang bisa mengalahkan keterbatasan fisik - Keindahan berbagi dalam kesederhanaan - Keberanian menghadapi ketakutan Momen-momen seperti melihat bintang di tengah hutan, tertawa bersama mengusir dinginnya malam, atau saling mendukung saat lelah - semua itu telah membentuk ikatan yang tak akan pernah terlupakan.

Bagikan Catatan Perjalanan

Facebook Twitter WhatsApp