Laporan Perjalanan Pendidikan dan Latihan Akhir Dusun Bade

Catatan perjalanan oleh Amay Dwi Azzahro
CATATAN PERJALANAN DIKLAT AKHIR UKM CAKRA MANGGALA Bade, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun 4 – 7 Juli 2025

Disusun Oleh Amay Dwi Azzahro Nim 244112034 Pemasaran Digital

Hari Pertama – Jumat, 4 Juli 2025 Kegiatan diklat akhir dimulai pada Jumat pagi. Seluruh peserta dan panitia berkumpul di kampus untuk melakukan persiapan akhir dan apel pemberangkatan. rombongan diberangkatkan menuju lokasi kegiatan di Dusun Bade, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dengan kondisi medan menuju lokasi yang cukup menantang.

Setibanya di lokasi, peserta melakukan packing ulang registrasi ulang bersama panitia serta pengenalan lingkungan sekitar. Setelah ishoma siang, kegiatan dilanjutkan dengan memasang bivak di area camp hingga sore hari, lalu dilanya ishoma hingga malam.

Menjelang malam, peserta mempersiapkan diri untuk sesi navigasi malam menggunakan kompas, yang menjadi tantangan utama di hari pertama. Dalam suasana gelap dan sunyi hutan, peserta dilatih membaca arah menggunakan kompas, mengenali titik orientasi, serta bekerja sama dalam tim untuk menemukan koordinat. Kegiatan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dan ditutup dengan evaluasi singkat serta istirahat.

Hari Kedua – Sabtu, 5 Juli 2025 Hari kedua dimulai dengan sarapan bersama pada pagi hari. Setelah itu, kami melakukan packing ulang seluruh perlengkapan, mulai dari bivak hingga peralatan pribadi. Setelah proses pengepakan selesai, seluruh peserta dikumpulkan untuk bersiap memulai perjalanan penjelajahan sekaligus mengikuti materi peta dan kompas.

Dalam sesi tersebut, peserta belajar membaca peta topografi, mengenali bentuk kontur, serta menghubungkan antara informasi peta dengan kondisi nyata di lapangan. Kami juga mempraktikkan cara membidik posisi menggunakan kompas untuk mengetahui keberadaan titik koordinat secara akurat.

Selama penjelajahan, kami juga mempraktikkan penggunaan chest harness sebagai alat keselamatan untuk melindungi tubuh bagian atas saat berada di medan terjal. Perjalanan dilanjutkan hingga siang hari. Di tengah perjalanan, kami beristirahat sejenak dan makan siang untuk mengisi energi.

Setelah itu, kami diarahkan untuk melakukan susur sungai, yang medannya cukup menantang dan terjal. Di salah satu titik, kami menjumpai tebing curam, sehingga perlu mempraktikkan penggunaan seat harness untuk memanjat tebing tersebut dengan aman dan sesuai prosedur keselamatan.

Setelah sesi susur sungai selesai, seluruh peserta dikumpulkan kembali untuk berganti pakaian. Kemudian, kami bersama-sama membuat api unggun dan membangun bivak baru untuk tempat istirahat sementara. Lalu kita beristirahat hingga pagi

Hari Ketiga – Minggu, 6 Juli 2025 Like biasa, hari dimulai dengan sarapan pagi. Setelah itu, kami kembali melakukan packing seluruh perlengkapan, termasuk bivak dan logistik pribadi. Setelah semua siap, kami dikumpulkan dan diarahkan untuk melanjutkan kegiatan penjelajahan.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, kami sampai di lokasi pelatihan vertical rescue yang berada di atas jurang. Di tempat ini, kami belajar dan mempraktikkan langsung teknik penyelamatan di medan terjal. Kami diajarkan bagaimana cara mengevakuasi korban dari ketinggian serta teknik dasar turun dan naik tali dengan prosedur keselamatan yang benar. Ini menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama kegiatan, karena kami benar-benar menuruni jurang yang curam dan penuh tantangan.

Setelah sesi vertical rescue, kami melanjutkan perjalanan menuju area refling di air terjun. Di lokasi tersebut, kami mempraktikkan teknik menuruni tebing air terjun satu per satu dengan menggunakan tali dan pengaman. Namun, di tengah pelaksanaan, hujan turun cukup deras. Beberapa peserta belum sempat melakukan refling, dan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, kegiatan dihentikan untuk menjaga keselamatan peserta. Jika dilanjutkan, dikhawatirkan akan membahayakan karena permukaan batu menjadi sangat licin.

After itu, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju area camp seperti malam sebelumnya. Kami kembali membangun bivak dan menyalakan api unggun. Namun, karena hujan sebelumnya, kayu yang tersedia dalam kondisi basah, sehingga menyalakan api

menjadi sangat sulit. Agar tidak mengalami hipotermia, kami bergantian mengganti pakaian basah dengan yang kering, lalu beristirahat di dalam bivak yang telah dibangun.

Menjelang malam, setelah istirahat sejenak, kami kembali dikumpulkan untuk mengikuti sesi sharing session bersama panitia di tempat yang telah disiapkan. Suasana malam itu penuh kehangatan, meskipun suhu udara dingin. Cerita, tawa, dan semangat dari para panitia serta sesama peserta menguatkan kami. Momen ini mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat kami sebagai calon anggota UKM Cakra Manggala.

Hari Keempat – Senin, 7 Juli 2025 Hari terakhir dimulai dengan pembongkaran tenda dan pengecekan perlengkapan. Setelah semua logistik dikemas dan area dibersihkan, peserta mengikuti evaluasi akhir dan apel penutupan. Pada sesi ini diumumkan bahwa seluruh peserta dinyatakan lulus dan resmi menjadi anggota penuh UKM Cakra Manggala.

Sesi penutupan diwarnai dengan rasa haru dan bangga. Momen dokumentasi dilakukan bersama panitia, instruktur, dan seluruh peserta. Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan kembali ke kampus dengan membawa banyak pengalaman, pembelajaran, dan semangat baru sebagai kader muda UKM Cakra Manggala.

Rangkuman Perjalanan

Empat hari mengikuti Diklat Akhir bukan sekadar kegiatan luar ruang, tetapi sebuah perjalanan yang membentuk mental, mengasah kemampuan teknis, dan mempererat ikatan kebersamaan. Setiap harinya menyimpan pengalaman yang tidak hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga menyentuh batin dan meninggalkan kesan mendalam.

Hari pertama dimulai dengan semangat yang menggebu. Setelah tiba di Bade, Dagangan, kami membangun bivak dan mempersiapkan diri untuk materi navigasi malam menggunakan kompas. Dalam gelapnya hutan, hanya bermodalkan cahaya senter dan kepercayaan satu sama lain, kami belajar membaca arah dan mencari titik koordinat. Malam itu menjadi awal kami belajar memimpin diri sendiri dan menjaga tim di tengah keterbatasan.

Hari kedua membawa kami pada materi peta dan kompas, dilanjutkan praktik membuat chest harness dan seat harness, lalu kami menyusuri sungai dengan jalur yang cukup terjal. Di tengah penjelajahan, kami harus memanjat tebing dengan bantuan tali—praktik nyata dari apa yang sebelumnya hanya kami pelajari di ruang kelas. Sore harinya kami membangun bivak kembali, and malamnya dihangatkan dengan sharing session bersama para senior. Dari mereka, kami mendengar cerita perjuangan, semangat, dan nilai kebersamaan yang tak ternilai.

Hari ketiga adalah puncak ujian mental. Kami mempraktikkan vertical rescue di tebing jurang—menuruni ketinggian dengan teknik evakuasi yang menegangkan tapi luar biasa mengesankan. Setelah itu kami menuju lokasi refling di air terjun, menuruni dinding batu basah yang curam dengan sistem tali. Namun cuaca tidak bersahabat. Hujan turun deras, membuat sebagian dari kami tidak bisa menyelesaikan refling karena alasan keselamatan. Meskipun kecewa, kami belajar bahwa keselamatan tim lebih utama dari ambisi pribadi. Malamnya, setelah susah payah menyalakan api unggun dengan kayu yang basah, kami tidur bergantian dalam bivak dengan baju kering seadanya, berusaha menghindari hipotermia.

Hari terakhir ditutup dengan evaluasi dan apel penutupan. Saat nama kami dipanggil satu per satu dan dinyatakan lulus, rasa lelah berubah menjadi haru dan bangga. Kami bukan lagi hanya peserta, tapi telah menjadi bagian dari keluarga besar UKM Cakra Manggala.

Diklat akhir ini meninggalkan lebih dari sekadar pengalaman teknis—ia menanamkan nilai keberanian, tanggung jawab, solidaritas, and cinta terhadap alam. Dan yang terpenting, kami pulang bukan sebagai orang yang sama seperti saat datang. Kami pulang dengan versi diri yang lebih kuat.

Bagikan Catatan Perjalanan

Facebook Twitter WhatsApp